Bandara internasional Thailand itu ditutup seiring dengan para pendemo Gerakan Aliansi Rakyat (PAD) yang menutup semua jalan menuju bandara.
"Saya telah diberitahu oleh maskapai Thai Airways bahwa 3.000 penumpang terlantar di terminal sekarang," kata direktur bandara Saereerat Prasutanont kepada kantor berita AFP, Rabu (26/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendemo PAD mulai menyerbu masuk ke bandara pada Selasa, 25 November malam waktu setempat. Pada Rabu, 26 November dini hari, serangan granat dilancarkan ke para pendemo hingga mengakibatkan setidaknya tiga orang luka-luka.
PAD bertekad akan terus menutup bandara sampai Perdana Menteri Somchai Wongsawat mengundurkan diri.
Menurut kepolisian Thai, sekitar 8 ribu demonstran telah membanjiri bandara mewah itu. Mereka sebagian besar mengenakan pakaian berwarna kuning, simbol kesetiaan pada raja.
Sebanyak 1.500 pendemo lainnya tengah mengarah menuju bandara dari areal Government House, kantor resmi PM yang telah dikuasai massa sejak Agustus lalu. Buntutnya, PM Somchai pun berkantor sementara di bandara lama Don Mueang di Bangkok. Namun kantornya itu pun diserbu massa. (ita/nrl)










































