Saat itu, SBY sedang transit di Bandara Seattle. Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia Airbus 330-341 yang dalam perjalanan dari Peru menuju Jakarta transit sekitar 3 jam untuk pengisian bahan bakar.
Kedatangan SBY di Bandara Seattle disambut oleh para pejabat KBRI. Setelah beberapa saat berada di bandara itu, kabar gembira itu muncul. Barack Obama yang pernah mengalami masa kecil di Jakarta itu akan menghubungi Presiden SBY beberapa puluh menit lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Obama menelepon, SBY didampingi oleh dua juru bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta ajudan. Saat berkomunikasi melalui telepon, SBY dan Obama tampak bicara dengan hangat. Hubungan telepon tidak terlalu lama, hanya sekitar 5 sampai 6 menit.
Kepada wartawan, Dino mengaku selama ini memang agak sulit mengatur waktu agar SBY dan Obama bisa berkomunikasi. "Dan baru saja, sewaktu pesawat Presiden Yudhoyono transit di Seattle dalam perjalanan pulang dari Peru ke tanah air, Presiden terima telepon dari Presiden AS terpilih Barack Obama," kata Dino.
Dalam percakapan tersebut, SBY yang mengatasnamakan pemerintah dan rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas terpilihnya Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS. SBY juga menyampaikan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam keadaan yang baik dan siap bekerja sama dengan Barack Obama.
"Presiden Yudhoyono juga berkata bahwa Indonesia menaruh harapan besar pada proses terpilihnya Barack Obama dan juga menyatakan siap bekerja dengan Barack Obama dalam menangani isu-isu internasional yang sekarang sangat mendesak," kata Dino.
Isu yang mendesak itu antara lain krisis finansial, masalah energi, masalah pangan, dan perubahan iklim. (asy/irw)











































