SBY Ditelepon Obama 6 Menit

Laporan dari AS

SBY Ditelepon Obama 6 Menit

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2008 03:36 WIB
SBY Ditelepon Obama 6 Menit
Seattle - Di sebuah ruangan bernomor 2112 Bandara Internasional Seattle Amerika Serikat (AS), pucuk dicinta ulam tiba. Setelah beberapa kali upaya-upaya menghubungkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden AS terpilih Barack Obama tak kesampaian, Senin (24/11/2008) sekitar pukul 17.00 waktu Seattle, kedua pemimpin itu pun bisa berkomunikasi.

Saat itu, SBY sedang transit di Bandara Seattle. Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia Airbus 330-341 yang dalam perjalanan dari Peru menuju Jakarta transit sekitar 3 jam untuk pengisian bahan bakar.

Kedatangan SBY di Bandara Seattle disambut oleh para pejabat KBRI. Setelah beberapa saat berada di bandara itu, kabar gembira itu muncul. Barack Obama yang pernah mengalami masa kecil di Jakarta itu akan menghubungi Presiden SBY beberapa puluh menit lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang waktu yang dijanjikan, SBY yang mengenakan jas warna gelap dan berkacamata memasuki ruang 2112 yang di tempat itu sudah terpasang pesawat telepon. Sambil menunggu telepon Obama, SBY tampak menulis sesuatu.

Saat Obama menelepon, SBY didampingi oleh dua juru bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta ajudan. Saat berkomunikasi melalui telepon, SBY dan Obama tampak bicara dengan hangat. Hubungan telepon tidak terlalu lama, hanya sekitar 5 sampai 6 menit.

Kepada wartawan, Dino mengaku selama ini memang agak sulit mengatur waktu agar SBY dan Obama bisa berkomunikasi. "Dan baru saja, sewaktu pesawat Presiden Yudhoyono transit di Seattle dalam perjalanan pulang dari Peru ke tanah air, Presiden terima telepon dari Presiden AS terpilih Barack Obama," kata Dino.

Dalam percakapan tersebut, SBY yang mengatasnamakan pemerintah dan rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas terpilihnya Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS. SBY juga menyampaikan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam keadaan yang baik dan siap bekerja sama dengan Barack Obama.

"Presiden Yudhoyono juga berkata bahwa Indonesia menaruh harapan besar pada proses terpilihnya Barack Obama dan juga menyatakan siap bekerja dengan Barack Obama dalam menangani isu-isu internasional yang sekarang sangat mendesak," kata Dino.

Isu yang mendesak itu antara lain krisis finansial, masalah energi, masalah pangan, dan perubahan iklim. (asy/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads