Jelang Puncak Haji di Armina, Jamaah Diminta Simpan Energi

Laporan Haji

Jelang Puncak Haji di Armina, Jamaah Diminta Simpan Energi

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2008 03:10 WIB
Jakarta - Menjelang puncak haji, jamaah haji Indonesia diminta untuk menghemat energi guna menempuh perjalanan puncak ibadah haji di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Kesehatan dan kuatnya daya tahan tubuh jamaah sangat diperlukan di proses puncak yang diperkirakan mulai tanggal 7 Desember 2008 mendatang.

"Ibadah di Armina itu membutuhkan tenaga dan daya tahan tubuh yang fit. Kami mengimbau kepada para jamaah haji untuk benar-benar bisa menjaga kesehatannya dengan memperbanyak istirahat," kata Wakil Kepala Daerah Kerja Mekah bidang kesehatan, Bermawy Sjahdjam, kepada detikcom di Madinah, Arab Saudi, Selasa (25/11/2008)

Menurut doket ahli penyakit dalam di RS Serang, Banten, ini, jamaah yang mengalami gejala sakit diminta segera memeriksakan diri di klinik-klinik kesehatan yang telah disediakan. Bagi yang diberikan nikmat sehat cukup dengan mengefektifkan istirahat, memperbanyak minum air putih, dan memakan buah-buahan serta berolahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada yang merasakan sakit-sakit, segeralah diperiksakan. Bagi yang sehat, bersyukurlah. Perbanyaklah minum air putih walaupun tidak merasa haus. Banyak makan buah-buahan dan rajin berolahraga. Karena proses Armina itu proses yang paling banyak membutuhkan tenaga," saran Bermawy.

Bapak 4 anak ini mewanti-wanti bagi jamaah haji yang memiliki penyakit kambuhan untuk selalu sedia obat-obatan yang dibawa dari tanah air. Langkah itu diyakini akan dapat mempermudah penangganan jika sewaktu-waktu jamaah haji yang punya penyakit bawaan kambuh penyakitnya.

"Bagi jamaah haji yang memiliki penyakit bawaan, jangan lupa untuk membawa obat-obatan tang diresepkan dokter yang menanggani," pinta pria berumur 63 tahun ini.
Β 
BPHI Makkah Siap Melayani

Wakil Kepala Daerah Kerja Mekah bidang kesehatan Zainuswir Zainoen menyampaikan kesiapan timnya untuk melayani jamaah haji saat proses puncak haji di Armina. Zainuswir menegaskan pihaknya sudah mengantisipasi segala kemungkinan termasuk petugas yang akan membantu wukuf jemaah yang kondisi fisiknya lemah.

"Saat ini kita sudah mempersiapkan jumlah petugas untuk safar wukuf nanti. Namun jika dalam perkembangannya ternyata banyak pasien atau jamaah yang perlu disafariwukufkan, maka jumlah petugaspun akan kita tambah lagi," tutur Zainuswir.

Zainuswir menambahkan, untuk pasien yang akan diwukufkan, kemungkinan besar akan dilayani pada saat wukuf di Arafah saja. Ibadah wajib seperti mabit di Muzdalifah dan mabit di Mina tidak akan dilakukan karena akan sangat berisiko.

(yid/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads