Ratusan petugas berseragam lengkap membongkar paksa kios-kios pedagang di Jl Jati Baru, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2008).
Tenda-tenda dihancurkan. Barang dagangan dimasukkan ke dalam truk.
"Kemaren petugas bilangnya cuma lewat tidak ada pembongkaran," ujar Erni Wahyuni (65) kepada detikcom.
Erni, mengaku bingung setelah dagangannya dibongkar. "Saya mau makan apa besok," kata perempuan paruh baya ini lirih.
Erni mengaku menggantungkan hidup dengan membuka warung kopi, indomie sejak 45 tahun silam. Erni kini terpaksa kehilangan mata pencahariannya.
"Mau dagang apalagi meja, kursi, gerobak diangkut modal tidak ada," keluh dia.
Menurut dia, pembongkaran ini bukan yang pertama kali. "Di sini saya diizinkan berjualan tanpa membayar sewa. Mungkin orang itu kasihan melihat saya," ujar perempuan yang hidup sebatang kara ini.
Erni mengaku pendapatannya per hari hanya cukup untuk makan. "Sehari kotor Rp 30 ribu, bersihnya paling Rp 15 ribu, cukup tidak cukuplah," kata dia.
Hal senada diungkapkan oleh Santi (50) pedagang minuman. Dia mengecam pembongkaran yang dilakukan oleh petugas.
"Pemerintah tidak punya prikemanusian. Kami mau makan apa," protesnya dengan nada tinggi.
Perempuan asal Yogjakarta ini, berharap agar pemerintah memikirkan nasib pedagang-pedagang yang tidak mampu.
"Bikinin pasar yang sesuai untuk rakyat miskin, biar kita bisa hidup," kata Santi. (did/aan)











































