"Itu kan Bahasa Sansekerta, tanya sama agama yang bersangkutan artinya apa. Itu kan gerakannya mirip sembahyang," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat.
Hal itu disampaikan Komaruddin di sela-sela seminar Pemilu 2009 'Konsolidasi, Demokrasi, dan Transportasi Kepemimpinan Nasional' di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (25/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Komaruddin mengusulkan agar pihak yang berkompeten duduk bersama dan membahas persoalan ini. "Kita orang muslim nggak mau dibodohi, pokoknya kayak istilah Tionghoa, duduk dulu kita diskusikan artinya. Setelah itu baru kita bisa putuskan," lanjutnya. (ken/iy)










































