Tekanan itu diceritakan Inul kepada Shana, Presiden KBM ITB. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir Widyo Nugroho Sulasdi mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki masalah kemungkinan tekanan pada Inoel tersebut.
"Nah ini yang sedang kita selidiki. Makanya kami akan memangggil dan mengidentifikasi mengenai himpunan sendiri, apakah ada pressure dari teman-temannya. Karena menurut kabar tekanan itu berkaitan dengan akan diadakannya kaderisasi HMP Planologi," kata Widyo di ruang kerjanya di Gedung Rektorat, Jalan Tamansari No 64, Selasa (25/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inoel juga sempat mengirimkan SMS kepada temannya yang isinya meminta tolong pada hari dia dinyatakan hilang. Pada hari ketiga Inoel menghilang, Sabtu 22 November 2008, pembantu di rumah Inoel mendapatkan telepon asing yang mencurigakan. (ern/iy)











































