Sebab, dari arah Roxy pengendara dilenakan oleh jembatan layang yang lurus dan lancar. Saat menuruni jembatan, kendaraan melaju kencang dan menubruk beton jalan.
"Soalnya nggak ada rambu. Ada hanya satu itu pun sudah dekat dengan beton," kata Anis (25), salah satu korban busway maut tersebut usai dirawat di RS Sumber Waras, Jl Kyai Tapa, Jakarta Barat, Selasa (25/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit mengakui banyaknya jumlah korban lantaran beton busway maut. Sedikitnya 12 korban perhari dengan kondisi variatif dari luka ringan hingga luka parah.
"Selalu ada yang menjadi korban. Sekitar 12 pengendara per hari," ucap Kristin, salah satu petugas jaga RS Sumber Waras.
Pengendara meminta Dishub maupun PU memberi papan peringatan jauh-jauh. Sehingga kejadian tersebut semakin minim terjadi.
"Kalau dikasih papan peringatan 50 meter sebelumnya, masih bisa menghindar," tukas Anis kesal.
(Ari/nrl)











































