Muladi: Pemerintah Tak Perlu Agresif

Kontroversi Adam Malik Agen CIA

Muladi: Pemerintah Tak Perlu Agresif

- detikNews
Selasa, 25 Nov 2008 13:55 WIB
Muladi: Pemerintah Tak Perlu Agresif
Jakarta - Tudingan mantan Wapres Adam Malik menjadi agen CIA masih kontroversi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tidak perlu agresif dalam menanggapi kabar tersebut. Presiden cukup mempertanyakan hal itu melalui Deplu.

"Memang CIA bisa saja merekrut agen dari kalangan manapun. Baik mahasiswa, jurnalis dan sebagainya untuk alat mereka. Presiden tak perlu agresif," kata Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Muladi dalam seminar 'Pemilu 2009 Konsolidasi Demokrasi dan Transportasi Kepemimpinan Nasional' di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

Muladi pun mengatakan bila tudingan Adam Malik agen CIA memang benar, hal ini memalukan. "Masak pejabat kita agen CIA. Ini memalukan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muladi mengingatkan tidak semua orang yang pernah berdialog dengan agen CIA lantas bisa dimasukkan sebagai agen CIA.Β  "Saya kemarin berdialog dengan Dubes AS tapi tidak bisa dong dengan begitu diklaim sebagai agen CIA," imbuhnya.

Muladi mengatakan, isu Adam Malik sebagai agen CIA memang harus dibuktikan, meskipun sangat sulit baik secara institusi maupun sosial.

"Masalahnya Adam Malik kan sudah meninggal. Saya pikir kita perlu klarifikasi tetapi tidak boleh reaksioner. Kalau dia bisa buktikan kan repot," tandasnya.

Mengenai bukunya, bisa dituntut nggak?

"Tidak bisa itu. Itu kebebasan berekspresi. Nggak ada gunanya. Klarifikasi jangan agresif. Seperlunya. Ya walaupun ini wibawa bangsa tapi kita tetap klarifikasi," jawabnya. (gus/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads