Hati-hati! Anak Diculik untuk Dipreteli Perhiasannya Kembali Marak

Hati-hati! Anak Diculik untuk Dipreteli Perhiasannya Kembali Marak

- detikNews
Selasa, 25 Nov 2008 11:04 WIB
Hati-hati! Anak Diculik untuk Dipreteli Perhiasannya Kembali Marak
Jakarta - Penculikan anak kini mencuat lagi. Dua siswi SDN Percontohan 08 Tamansari, Jakarta Barat, Nanda Delia dan Shelgy Nursyahbani, diculik seorang wanita paruh baya.

Egi dan Nanda dibujuk dari sekolah dengan alasan si pelaku sudah mendapat izin dari kedua orangtua Egy dan Nanda untuk membuat undangan ulang tahun (ultah) salah satu teman mereka.

"Dia (pelaku) memanggil dua anak itu. Membujuk keduanya dan bilang saya sudah ngomong dengan ibu kalian untuk menjemput dan buat undangan ultah," ujar Kapolsek Tamansari Jakarta Barat Kompol Imam Saputra kepada detikcom, Selasa (25/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam menjelaskan setelah membawa kedua anak tersebut, pelaku naik bajaj dan kereta menuju Mal Kalibata. Ketiganya turun di Stasiun Kalibata. Nanda dan Egy lalu dibawa ke hypermarket Giant Mal Kalibata. Pelaku kemudian membujuk Egy yang saat itu mengenakan perhiasan untuk membukanya dan memberikan kepada pelaku.

"Kalung itu dilepas Egy. Pelaku menyuruh anak itu menunggu sebentar karena dia mau ke belakang. Tetapi anak itu langsung pinjam HP salah satu karyawan Giant dan menelpon ibunya. Kita pun ke sana," jelasnya.

Menilik ke masa lalu, modus penculikan anak seperti, pada tahun 1990-an juga pernah terjadi. Contoh kasus pernah terjadi tahun 1994, 4 anak diculik dari sekolah mereka oleh seorang perempuan.

Keempat anak ini dibawa berjalan-jalan ke beberapa tempat. Di salah satu tempat itulah, pelaku terus membujuk keempat anak untuk mempreteli perhiasan yang sedang dikenakan mereka dan diberikan ke pelaku.

Di tempat terakhir, keempat anak itu ditinggalkan di salah satu mal dengan alasan yang sama hendak pergi ke belakang (kamar mandi). Namun pelaku tak kunjung kembali setelah beberapa lama. Satpam mal akhirnya melaporkan kejadian ini ke orangtua anak dan polisi.

"Ya pelakunya memang punya motif yang sama. Sama modusnya," tegasnya Imam. (gus/iy)


Berita Terkait