Dalam kata pengantar bukunya, Tim Weiner menulis kalau "Legacy of Ashes" didasarkan pada lebih dari 50.000 dokumen, khususnya dari arsip CIA sendiri serta ratusan wawancara dengan veteran CIA, termasuk 10 direktur CIA.
Buku tersebut telah meraih penghargaan National Book Award 2007 kategori non-fiksi di Amerika dan merupakan salah satu buku terlaris di AS dan Inggris. Tim Weiner sendiri merupakan wartawan The New York Times yang telah 20 tahun melakukan riset dan menulis tentang CIA serta meraih penghargaan bergengsi Pulitzer Prize.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dibaca bagi siapa saja yang tertarik pada CIA atau intelijen Amerika sejak Perang Dunia II," demikian menurut Washington Post.
"Memikat, komprehensif," menurut The New York Times. "Legacy of Ashes" merupakan sejarah terbaru yang terbaik dan paling mengangetkan," tulis The Seattle Times.
"Kontribusi vital dan tepat yang penuh dengan relevansi," menurut Los Angeles Times.
"Semua warga Amerika harus membawa buku ini supaya mendapatkan gambaran lengkap atas kekejaman yang dilakukan badan kita atas nama kita dengan pajak dolar kita," kata The Baltimore Sun.
"Cerdas, merupakan riset mendalam, ditulis dengan sangat baik," menurut The Toronto Globe.
Sejumlah penulis AS juga memuji karya Weiner tersebut. "Mengagumkan dan meyakinkan," kata Steve Coll, penulis buku Ghost Wars: "The Secret History of the CIA, Afghanistan, and Bin Laden"
"Buku yang mengagumkan, sangat menakutkan," kata Walter Isaacson, penulis buku Einstein: "His Life and Universe". (ita/nrl)











































