"Karena ini bukan teror atau hama, tidak ada penanganan khusus untuk ini. Kalau itu teror atau hama kan treatment-nya beda ya," kata Senior Corporate Communication Manager Alam Sutera Liza Djohan pada detikcom, Selasa (25/11/2008).
Menurutnya, ular yang muncul hanya satu dua. "Itu hanya ular kecil satu dua yang melintas, dan bukan ular kobra. Saya rasa di mana-mana ada ular karena memang ini alam," tandas Liza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak adanya perlakuan khusus terhadap ular juga dibenarkan oleh Rudi, sebut saja begitu, yang menetap di Cluster Jelita. Kebun Rudi juga pernah kemasukan ular.
"Saya nggak lihat ada penanganan khusus. Makanya saya mau coba laporin kejadian ular di rumah saya besok. Saya pingin lihat bagaimana tanggapannya," ujar bapak tiga anak itu.
Rudi mengaku masih was-was terhadap ular. "Sampai sekarang sih was-was ya, kalau mau berkebun musti tengok kanan kiri dulu," katanya.
Adanya ular di Alam Sutera ini pertama kali dilaporkan Wina, salah satu warga di cluster Lavender. Menurut dia, sejak tinggal di perumahan itu 2007 lalu, rumahnya sudah 3 kali disambangi ular.
Alam Sutera memiliki lahan luas dan beberapa ruas lahan masih kosong. Di lahan kosong itulah diduga ular bersembunyi. (ken/nrl)











































