"Saya belum tahu persis jenis tulang apa. Menurut saya itu kemungkinan tulang binatang laut karena dahulu itu pantai," ujar Hasan Djafar, pengajar di Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/11/2008) pukul 07.15 WIB.
Menurut Hasan, tulang-tulang tersebut harus dikumpulkan semua untuk kemudian dilakukan identifikasi. Setelah itu baru diketahui tulang tersebut termasuk jenis binatang darat atau laut.
"Kalau di air bisa jenis binatang laut seperti ikan hiu. Kalau di darat bisa hewan seperti kerbau," ujar arkeolog UI tersebut.
Hasan menambahkan untuk mengungkap misteri tulang raksasa tersebut, dia menyarankan pihak kepolisian mengirimnya ke Balai Arkeologi Bandung atau Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala di Serang. Dan andaikan tulang tersebut tulang manusia maka identifikasnya lebih mudah.
"Kalau tulang manusia bisa lebih mudah diidentifikasi seperti apa bentuknya dan jenis-jenis tulangnya," kata Hasan.
Pada Senin kemarin, Kapolres Kabupaten Bekasi AKBP Heri Wibowo menyatakan bahwa tulang yang ditemukan ada 246. Ukurannya ada yang mencapai panjang 120 cm dan berdiameter 23 cm. Heru memperkirakan tulang ini berasal dari hewan dengan tinggi 7 meter. (ddt/nrl)











































