"Lima orang ABK kita telah kembali dengan selamat. Mereka naik Lufthansa dan mendarat di bandara Soekarno-Hatta Minggu kemarin, tapi saudara Amin Tohari masih diperiksa," demikian Kuasa Usaha Ad Interim merangkap Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Oslo Mansyur Pangeran kepada detikcom melalui telepon hari ini, Senin (24/11/2008).
Kelima orang ABK tersebut adalah Herman (Kerinci), Apriyanto (Malimping), Naib Efendi, Edi Hariono (Ponorogo) dan Mahmud (Jakarta).
Menjawab pertanyaan detikcom, Mansyur menjelaskan bahwa sebagai jurumudi Amin Tohari dipandang memiliki tanggungjawab besar mengapa kapal berbendera Bahamas milik perusahaan Norwegia, Kristian Gerhard Jebsen Skibsrederi AS, itu menabrak cadas, lalu karam.
"Kita sudah menyiapkan skenario bantuan berikutnya karena tidak menutup kemungkinan Amin Tohari jadi tersangka," papar Mansyur.
Mansyur menekankan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Amin mendapat perlindungan maksimal dari KBRI Oslo dan perlakukan baik dari pihak perusahaan dan otoritas Norwegia. Pihak perusahaan juga sudah menyediakan 3 lawyer, yang selalu mendampingi saat pemeriksaan.
"Barang-barang pribadi milik Amin Tohari dkk juga akan diganti sampai maksimal US$3.000," demikian Mansyur, seraya menambahkan bahwa hubungan bilateral yang baik antara Norwegia-Indonesia turut berperan positif dalam penanganan musibah ini.
Selain 6 ABK Indonesia, masih ada 6 ABK dan 1 Kapten berkebangsaan berbeda-beda yang juga selamat dari bencana tenggelamnya kapal Crete Cement, berturut-turut: 1 orang Norwegia, 3 Croasia, 1 Polandia, 1 Luthuania dan 1 Rusia (Kapten kapal).
Kapal kargo Crete Cement tenggelam setelah menabrak batu cadas di perairan Oslofjord di bagian selatan pulau Aspon sekitar 20 km dari Oslo (19/11/2008). Kapal naas ini mengangkut 5000 ton semen curah, 115 ton minyak mentah dan 12 ton bahan bakar disel. (es/es)











































