Menhan: Itu Tidak Membahayakan Keutuhan NKRI

Soal Golput dan Pilkada Ricuh

Menhan: Itu Tidak Membahayakan Keutuhan NKRI

- detikNews
Senin, 24 Nov 2008 17:14 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan banyaknya muncul wacana golongan putih (golput) dalam Pemilu 2009 dan pilkada yang kerap ricuh merupakan sesuatu yang wajar. Hal itu dianggap tidak membahayakan, apalagi mengancam keutuhan bangsa dan negara.

"Serahkan saja pada anak muda itu sendiri, karena golput barangkali dikaitkan dengan kejenuhan, karena pilkada begitu-begitu sehingga menimbulkan kejengkelan terhadap proses yang begitu banyak memakan waktu, uang dan tenaga," kata Juwono di sela-sela sebuah acara di kantor Ditjen Potensi Pertahanan, Dephan, Jakarta, Senin (24/11/2008).

Juwono tidak melihat adanya sesuatu yang membahayakan dengan munculnya ide golput dalam pemilu tersebut. "Tahun depan dalam pemilu legislatif atau presiden, jumlah pemilih akan cukup tinggi, tetap di atas 80 persen prediksi saya," jelasnya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juwono juga mengatakan, wajar bila dalam pemilu atau pilkada merupakan taruhan jabatan dan kekuasaan, yang di tingkat lapangan bisa menimbulkan berbagai macam friksi pribadi, kelompok atau golongan. "Yang perlu dijaga supaya unsur keuangannya jangan terlalu besar. Kalau money politic tidak bisa dihindarkan, tapi jumlah dan tingkat kecurangnnya jangan terlalu tinggi. Di mana-mana money politic selalu ada," ujarnya.

Terkait banyak daerah yang ricuh akibat pilkada, Juwono menyatakan, hal itu karena persaingan pribadi, kelompok dan masing-masing parpol. "Tapi mereka tidak bertindak untuk memisahkan diri dari paham ke Indonesiaan. Itu cuma persaingan kesempatan dalam pilkada, baik walikota, bupati, atau gubernur. Mereka tidak mengarah pada tidak puas jadi orang Indonesia. Itu tidak dipersoalkan," tegasnya.

Hanya saja, lanjut Juwono, yang dipersoalkan sebatas persoalan kecurangan dalam penghitungan suara. "Ini bagian demokratisasi tentang penghitungan suara. Jadi wajar saja," imbuhnya.

Juwono juga berharap, setiap krisis yang terjadi justru untuk memperkokoh rasa keadilan lintas suku, agama dan kedaerahan, sehingga kebangsaan dalam globalisasi abad 21 semakin kokoh. "Saya tidak sepakat bahwa wawasan kebangsaan dan Pancasila pudar di kalangan generasi muda," pungkasnya. (zal/anw)


Berita Terkait