Peristiwa tak menyenangkan itu terjadi di masjid Polres Jakarta Selatan, Masjid Abu Wizard. Sang korban adalah tamu Kapolres Jaksel, Oebaidillah, warga Jalan Arya Putra, Rt 1/2 Ciputat, Tangerang. "Waktu itu saya sedang salat ashar di lantai 2 masjid," ujarnya dengan muka masam di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Jaksel, Senin (24/11/2008).
Ponsel Nokia 9300 milik korban saat hendak shalat ashar lowbat. Lalu dia men-charge ponsel itu di dinding sebelah selatan, di samping dia mendirikan salat. Usai salat, saat Oebaidillah hendak mencabut hp-nya, dia melihat beberapa perwira menengah polisi yang dikenalnya. Refleks, dia pun menghampiri mereka untuk sekedar berbasa-basi dan berjabat tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapati HP-nya hilang, dia pun langsung panik. Bukan masalah harga HP itu, tetapi banyaknya data dan nomor kontak yang ada di dalamnya. "Lebih kesel lagi, ini kan masjidnya polisi, mana paling ditinggal 2 menit. Itu pun tidak jauh, masih di lantai itu. Paling-paling 10 meter," gerutunya.
Oebadilah yang bekerja di sektor media di kawasan Jakarta Barat ini langsung melaporkan kehilangan HP-nya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) yang berjarak 50 meter dari tempat kehilangannya. Duh.....
(asp/nrl)











































