"Kita harus pelajari dan minta pertanggungjawaban yang menulis buku itu," tandas JK usai bertemu dengan Pangeran Philippe dari Belgia di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11/2008).
JK pun setuju jika pemerintah Indonesia membantah penulisan Adam Malik agen CIA di dalam buku yang telah diterjemahkan dalam judul 'Membongkar Kegagalan CIA' itu. "Yang lebih menarik itu kita harus bantah," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu.
Sebagai diplomat, Adam Malik pasti memiliki relasi yang luas. Namun hal itu bukan berarti bisa disangkutpautkan bahwa Adam Malik seorang agen CIA.
"Ia bukan seperti itu. Dia memang punya banyak kawan. Bahwa beliau berteman dengan seorang diplomat itu bisa saja. Tapi bukan berarti beliau terlibat sebagai agen," tandasnya. (ken/iy)











































