Dengan membawa bendera, para demonstran meninggalkan areal kantor Perdana Menteri (PM) Thailand yang telah mereka duduki sejak akhir Agustus lalu. Massa bergerak menuju gedung parlemen dan gedung-gedung lainnya di Bangkok.
Dua bus bermuatan pendemo juga tiba di bandara lama Bangkok, tempat PM Somchai Wongsawat dan kabinetnya berkantor sementara. Para petugas keamanan terpaksa membiarkan pendemo tersebut memasuki areal bandara untuk menghindari bentrokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat aksi demo ini, para anggota parlemen terpaksa membatalkan acara sidang. Ketua parlemen Chai Chidchob mengimbau massa untuk tetang.
"Saya minta semua pihak untuk menghentikan gerakan sekarang. Jika kalian mencintai raja, harap pulang ke rumah," katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/11/2008).
Diimbuhkannya, sidang dibatalkan karena para anggota parlemen dan senator tak bisa memasuki gedung parlemen karena dikepung massa.
PAD telah memimpin aksi demo untuk menggulingkan pemerintahan sejak 6 bulan terakhir. Mereka menuding pemerintah sebagai kepanjangan tangan mantan PM Thaksin Shinawatra. Terlebih lagi PM Somchai merupakan ipar Thaksin. (ita/iy)











































