"Saya takut karena banyak pertimbangan malah tidak jadi turun," kata Adang di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Senin (24/11/2008).
Adang juga menilai penurunan harga BBM jenis premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 ini dinilai terlalu sedikit. Dengan terus merosotnya harga minyak dunia, harga BBM jenis premium harusnya di bawah Rp 5.000 per liter.
"Kita sudah menghitung oleh tim kita, harusnya harganya di bawah Rp 5.000," ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adang Ruchiatna
Dibanding dengan negara-negara lain, Indonesia menurut Adang paling cepat menaikkan harga BBM. Tapi ironisnya malah yang paling lambat menurunkannya di saat harga minyak dunia turun.
"Satu Desember terlambat dan terlalu sedikit. Kita lihat siapa yang paling cepat menaikkan. Tapi kita malah paling lambat menurunkan," keluhnya. (anw/iy)











































