Guru Keberatan Anak Didiknya Masuk Lebih Pagi

Guru Keberatan Anak Didiknya Masuk Lebih Pagi

- detikNews
Senin, 24 Nov 2008 13:51 WIB
Guru Keberatan Anak Didiknya Masuk Lebih Pagi
Jakarta - Rencana pemajuan jam sekolah menjadi pukul 06.30 WIB dikritisi pihak sekolah. Lewat para guru, mereka merasa kasihan kepada anak didik yang harus bangun lebih pagi. Terlebih bila jarak tempuh rumah ke sekolah terbilang jauh.

"Pasti pagi hari tambah repot. Paling tidak harus bangun jam 05.00 WIB. Apalagi kalau bapak ibunya bekerja," kata salah satu guru MTSN 22 Jakarta, Maria, saat dihubungi detikcom, Senin (24/11/2008).

Di sekolahnya di daerah Ciracas, jarak terjauh anak murid berada di Tipar, Cibubur. Dalam kondisi normal termasuk macet, si anak didik harus menempuh waktu sekitar 45 menit.

"Dari bangun, membuat sarapan, mandi dan bersiap-siap sekolah itu akan membuat ribet
dan ribut di rumah. Kasihan," imbuhnya.

Ucapan senada dilontarkan sejumlah guru di SMA 68 Salemba. Sejumlah guru mengeluhkan
rencana itu karena akan mengganggu psikologis anak.

"Makin pagi, kondisi rumah makin runyam. Anak berbagi dengan orang tua yang bekerja,
kakaknya. Banyak urusan sepele yang membuat suasana pagi menjadi makin ribut. kibatnya, tiap pagi si anak tidak menemukan keharmonisan keluarga" tukas salah satu
guru SMA 68 yang enggan disebut namanya.

Baginya, suasana pagi yang harmonis dikeluarga sangat berpengaruh banyak pada psikologis anak didik. Bila pagi hari sudah tidak harmonis, akan terbawa secara sadar atau tidak dalam kesehariannya.

"Bayangkan saja bila orang tua tiap pagi harus ngomel-ngomel karena anaknya telat
bangun, lupa seragam dan lain-lain. Pertumbuhan psikologis anak menjadi emosional,"
sergahnya.
(Ari/gah)


Berita Terkait