Ada sejumlah jalur evakuasi yang dibuat oleh para taruna TNI dan Polri tersebut. Jalur-jalur evakuasi itu antara lain
di Dusun Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang sepanjang 1,2 km, di Kelurahan Lubuk Buaya sepanjang 1 km.
Pembukaan jalan baru menuju shelter 1 kilometer di Bukit Putus Kelurahan Batipuh Panjang, pembuatan 5 buah shelter di Bukit Putus dan penanaman pohon sebanyak 3.000 batang di kiri kanan jalan baru Kelurahan Lubuk Buaya dan Kelurahan Batipuh Panjang.
Kapenren 032 Wirabraja, Kapten inf MI Nasution, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, selain di kota Padang para taruna juga disebar di lima kabupaten lainnya di Sumbar untuk membangun berbagai sarana fisik dan non fisik, yakni di Kabupaten Agam, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, dan Solok.
"Di kota Padang, kita menaruh perhatian yang lebih besar pada upaya pembangunan sarana evakuasi tsunami karena pada kenyataannya sekitar 70 ribu warga kota Padang bermukim di jalur merah bencana tsunami," ujarnya.
Kelurahan yang masuk dalam zona merah bencana tsunami di kota Padang dan perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, menurut dia, diantaranya kelurahan Parupuk Tabing, Kelurahan Bungo Pasang, Kelurahan Batang Kabung, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Padang Sarai, dan Kelrahan Lubuk Buaya.
Menurut rencana, peresmian jalur evakuasi korban tsunami ini akan dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
(yon/djo)











































