Menurut Sayogo, kebijakan yang akan diterapkan Januari 2009 itu membuat anak-anak sekolah lebih segar dalam menghadapi pelajaran.
"Biar anak-anak lebih fresh. Kan juga pukul 06.30 WIB sudah mulai terang dan juga anak-anak akan tidur lebih awal pada malam harinya serta mereka tidak akan terjebak kemacetan lalu lintas," Sayogo Hendrosubroto pada detikcom, Senin (24/11/2008). Komisi D yang dipimpin Sayogo mengurusi masalah transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara psikologis, ini akan berdampak baik bagi anak-anak karena mereka bisa berangkat lebih awal dan tidak terjebak kemacetan sehingga membuat mereka lebih fokus dalam belajar," tambahnya.
Sayogo juga membantah kritik yang menyebutkan anak-anak sekolah hanya sebagai kambing hitam penyebab kemacetan di DKi Jakarta. Menurut Sayogo, perlu ada pembagian waktu antara pelajar dan para pekerja.
"Perlu ada ada pembagian waktu yang jelas, anak-anak sekolah berangkat pada pagi hari dan para pekerja akan berangkat siangnya karena tidak mungkin anak sekolah berangkat siang hari," tegasnya.
Menurut riset, anak sekolah menyumbang kemacetan 14%. Dengan adanya perbedaan jam masuk sekolah, beban lalu lintas pada pukul 07.00 WIB bisa berkurang sebanyak 14%.
(/nrl)










































