"Tentu keluarga marah," ujar putri Adam Malik, Antarini Malik, Minggu malam (23/11/2008) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.
Menurut Antarini, ayahnya tidak mungkin menjadi seorang agen CIA. Sikap kepahlawanan Adam Malik selama masa kemerdekaan, justru menunjukkan kesetiaannya pada bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menampik anggapan bahwa Adam Malik rela menggadaikan rasa nasionalismenya demi uang. Menurut anggota Komisi X DPR RI ini, pengorbanan Adam Malik jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai uang yang disebutkan dalam buku tersebut.
"Masa nilai kepahlawanan Bapak hanya dihargai USD 10.000," kecamnya.
Meski kecewa, pihak keluarga mengaku belum memutuskan sikap terkait tudingan tersebut. Antarini mengaku akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan anggota keluarga lain sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Kita belum bicarakan, karena belum kumpul semua," pungkasnya.
(mad/mad)











































