Menurut salah seorang nelayan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk 'balas dendam' atas perilaku aparat kepolisian Malaysia kepada mereka.
"Kalau kita tertangkap di Malaysia, kita juga babak belur dipukuli polisi Malaysia. Mereka itu lebih biadab di Malaysia sana," ujar salah seorang nelayan setempat, Mahmud (41), kepada wartawan di Pelabuhan Dumai, Riau, Minggu (23/11/2008).
Namun aksi penyerangan tersebut tidak berlangsung lama. Pihak Kepolisian dan TNI AL Dumai langsung sigap mencegah tindakan anarkis tersebut.
"Seharusnya polisi membiarkan saja kami memukuli mereka," ujar Mahmud keras.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Ditjen Pengawas Pengendalian Sumber Daya Kelautan Departemen Kelautan dan Perikanan (P2SDK DKP), Ditjen Kelautan Dephub, TNI AL dan Ditjen Bea Cukai berhasil menangkap 2 kapal nelayan milik warga negara Malaysia di Perairan Selat Malaka. Saat ini kedua kapal tersebut menjalani pemeriksaan di markas TNI LANAL Dumai, Riau.
(mad/sho)











































