Mereka adalah Herman (Kerinci), Apriyanto (Malimping), Naib Efendi, Amin Tohari (Bangkalan), Edi Hariono, Ponorogo, dan Mahmud (Jakarta).
Ke-6 ABK Indonesia itu bekerja di kapal Crete Cement melalui agen PT. Trimanggada Nusantara Lines, beralamat di Menara BNI 1946, Lantai XV, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim KBRI Oslo yang dipimpin Mansyur Pangeran langsung menemui para korban musibah tersebut dan memberikan bantuan kekonsuleran untuk mengurus kepulangan mereka kembali dan menjamin hak-hak mereka.
Mansyur menceritakan, kapal berbobot mati 4.556 DWT, panjang 97m, lebar 14m, buatan tahun 2002 itu tenggelam setelah bagian depan dan belakang kapal membentur batu cadas di tengah perairan Oslofjord, bagian selatan pulau Aspon, sekitar 20 km dari Oslo.
Kapal tersebut di bawah komando kapten berkebangsaan Rusia, menempuh rute pelayaran dari Bergen (570 km) menuju Oslo mengangkut 5.000 ton semen curah, 115 ton minyak mentah dan 12 ton bahan bakar disel.
Benturan besar menyebabkan dinding kapal bagian depan dan belakang terkoyak, beberapa saat kemudian badan utama kapal tenggelam sampai pada 2 lantai terakhir bagian kemudi (anjungan) masih berada di permukaan laut. Seluruh ABK (12 orang) selamat termasuk 6 (enam) orang dari Indonesia. (es/es)











































