Dubes RI untuk Arab Setuju Pemondokan Haji Dipindah ke Markaziyah

Dubes RI untuk Arab Setuju Pemondokan Haji Dipindah ke Markaziyah

- detikNews
Minggu, 23 Nov 2008 17:03 WIB
Jakarta - Usulan tim pengawas DPR mengenai pemondokan jamaah haji tahun depan harus berada di daerah Markaziyah didukung penuh Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman, Salim Segaf Aljufri. Salim pun berjanji akan mengusulkan agar tahun depan jamaah haji di Daker Madinah berada di wilayah Markaziyah semua.

"Saya mendukung itu. Nanti saya akan usulkan juga agar seluruh jemaah haji Indonesia ditempatkan di kawasan Markaziyah semuanya," kata dia di sela-sela peninjauan pemondokan jemaah haji di sektor I dan II, Madinah.

Salim yakin usulannya untuk menempatkan seluruh jamaah haji di pemondokan daerah Markaziyah (areal dekat masjid nabawi) akan mendapat dukungan semua pihak. Namun, usulan itu akan sangat berpengaruh terhadap biaya pemondokan jamaah yang harus di bayar dalam rincian BPIH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa-tidaknya, saya kira bergantung uang sewa. Tapi saya kira kalau sekarang kita sewa pemondokan di Markaziyah seharga 500 riyal dan non-Markaziyah seharga 400 riyal, maka kalau harganya ke depan 600-700 riyal tentu nggak menjadi masalah," terangnya.

Menurut politisi PKS ini, tambahan 200 riyal bagi semua jamaah yang menginginkan pemondokan di wilayah Markaziyah tidak akan memberatkan jamaah. Sebaliknya, justru akan disambut baik jamaah karena dapat memudahkan jamaah dalam memenuhi ibadah salat Arbain.

"Jemaah tidak akan jalan kaki terlalu jauh, kemudian mereka juga tidak akan jalan kaki melewati jalan-jalan besar yang membahayakan keselamatannya. Siapa pun akan mau kalau lebih dekat dan lebih aman, sehingga ibadah mereka pun khusyuk," kata dia.

Dalam peninjauan ke beberapa pemondokan pada Jumat 21 November 2008 itu, Salim Sagaf terlihat kesal dengan para pemilik pemondokan. Penyebabnya, beberapa pemilik pemondokan tidak menjalankan kontrak sesuai dengan kesepakatan seperti menyediakan air panas. Akibat kelalaian ini, para jamaah haji Indonesia terpaksa harus membeli alat pemanas sendiri untuk membuat kopi atau susu.

Sebelumnya, tim Pengawas Haji dari Komisi VIII DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII Said Abdullah saat meninjau ke Daker Madinah mengusulkan agar seluruh pemondokan jamaah haji pada tahun-tahun mendatang di Madinah berada di wilayah Markaziyah semuanya.

Said pun berjanji akan memperjuangkan usulannya itu saat rapat kerja dengan Menag Maftuh Basyuni pada 27 November mendatang dengan agenda pembahasan BPIH 2009.
(yid/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini