"Saya mendukung itu. Nanti saya akan usulkan juga agar seluruh jemaah haji Indonesia ditempatkan di kawasan Markaziyah semuanya," kata dia di sela-sela peninjauan pemondokan jemaah haji di sektor I dan II, Madinah.
Salim yakin usulannya untuk menempatkan seluruh jamaah haji di pemondokan daerah Markaziyah (areal dekat masjid nabawi) akan mendapat dukungan semua pihak. Namun, usulan itu akan sangat berpengaruh terhadap biaya pemondokan jamaah yang harus di bayar dalam rincian BPIH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut politisi PKS ini, tambahan 200 riyal bagi semua jamaah yang menginginkan pemondokan di wilayah Markaziyah tidak akan memberatkan jamaah. Sebaliknya, justru akan disambut baik jamaah karena dapat memudahkan jamaah dalam memenuhi ibadah salat Arbain.
"Jemaah tidak akan jalan kaki terlalu jauh, kemudian mereka juga tidak akan jalan kaki melewati jalan-jalan besar yang membahayakan keselamatannya. Siapa pun akan mau kalau lebih dekat dan lebih aman, sehingga ibadah mereka pun khusyuk," kata dia.
Dalam peninjauan ke beberapa pemondokan pada Jumat 21 November 2008 itu, Salim Sagaf terlihat kesal dengan para pemilik pemondokan. Penyebabnya, beberapa pemilik pemondokan tidak menjalankan kontrak sesuai dengan kesepakatan seperti menyediakan air panas. Akibat kelalaian ini, para jamaah haji Indonesia terpaksa harus membeli alat pemanas sendiri untuk membuat kopi atau susu.
Sebelumnya, tim Pengawas Haji dari Komisi VIII DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII Said Abdullah saat meninjau ke Daker Madinah mengusulkan agar seluruh pemondokan jamaah haji pada tahun-tahun mendatang di Madinah berada di wilayah Markaziyah semuanya.
Said pun berjanji akan memperjuangkan usulannya itu saat rapat kerja dengan Menag Maftuh Basyuni pada 27 November mendatang dengan agenda pembahasan BPIH 2009.
(yid/irw)










































