"Harus kasih pernyataan menolak tuduhan itu. Itu tuduhan secara sepihak. Masak kita bersikap diam saja," ujar sejarahwan dari LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).
Asvi mengatakan, pemerintah juga harus memberikan keputusan bagaimana kelanjutan penyebarluasan buku itu. Karena hal itu akan membuat Indonesia terpojokkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asvi, hal ini harus segera dituntaskan karena ada orang luar sana yang menyebarkan fitnah yang tidak bisa dibuktikan. Fitnah itu yang akan mengubah pandangan masyarakat terhadap pahlawan nasional Adam Malik. Apalagi saat ini akan dibangun bandara udara di Sumatera Utara yang akan dinamai Adam Malik.
"Kalau ada isu seperti ini, orang bilang kok agen CIA dijadikan nama bandara. Kita nggak bisa cari bukti dari mereka. Si McAvoy (pejabat CIA yang mengaku merekrut dan mengontrol Adam Malik sebagai agen CIA-red) itu nggak tahu apa sekarang masih hidup atau tidak. Terakhir dia masih terlihat di internet tahun 2002. Sekarang nggak tahu," jelas Asvi yang telah membaca buku Membongkar Kegagalan CIA sebulan lalu tersebut. (gus/nrl)











































