"Itu menurut saya fitnah. Tuduhan yang tidak bisa dibuktikan karena hanya satu orang yang memberikan pernyataan itu yaitu Clyde McAvoy (pejabat tinggi CIA)," ujar sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).
Asvi mengaku sudah membaca buku itu begitu terbit sebulan lalu. Di dalamnya tertulis bahwa petinggi CIA Clyde McAvoy yang diwawancarai Tim Weiner pada 2005, mengaku telah merekrut dan mengontrol Adam Malik. McAvoy bertemu Adam Malik tahun 1964.Menurut Asvi, pernyataan McAvoy dalam buku itu hanya pernyataan tunggal dari orang yang mempunyai kepentingan. Sumber lain tidak pernah menyatakan hal seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam buku itu juga dijelaskan bahwa CIA memberikan US$ 10 ribu untuk mendukung peran serta Adam Malik memberantas Gestapu.
Asvi mengatakan, pemberian bantuan US $ 10.000 untuk membiayai aksi pengganyangan Gestapu itu memang benar. Malah tidak hanya uang, AS juga memberikan bantuan senjata.
"Soal uang itu memang juga disebutkan Rp 50 juta dari AS. Ada datanya di sumber lainnya. Itu memang disalurkan melalui Adam Malik tapi tidak berarti dia (Adam) dianggap agen CIA," tegasnya.
Asvi menjelaskan, perekrutan agen CIA itu bersifat rahasia dan misterius. Sulit untuk dibuktikan definisi agen CIA itu bagaimana. Adam Malik merupakan wartawan dan pernah menjabat Dubes Moskow. Adam Malik yang juga merupakan pahlawan nasional dan mantan wapres, bisa mempunyai hubungan dari mana saja.
"Hubungannya sangat luas. Belum ada bukti lain yang menyatakan Adam Malik itu agen CIA. Jaringannya luas kiri kanan," imbuhnya. (gus/nrl)
