Asvi Warman: Adam Malik Agen CIA Itu Fitnah

Asvi Warman: Adam Malik Agen CIA Itu Fitnah

- detikNews
Minggu, 23 Nov 2008 13:28 WIB
Jakarta - Buku karya Tim Weiner, wartawan koran The New York Times, berjudul Legacy of Ashes, the History of CIA yang tersedia di toko buku dengan judul Membongkar Kegagalan CIA, menuliskan mantan Wakil Presiden Adam Malik merupakan agen CIA. Pernyataan itu dinilai hanya fitnah.

"Itu menurut saya fitnah. Tuduhan yang tidak bisa dibuktikan karena hanya satu orang yang memberikan pernyataan itu yaitu Clyde McAvoy (pejabat tinggi CIA)," ujar sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).

Asvi mengaku sudah membaca buku itu begitu terbit sebulan lalu. Di dalamnya tertulis bahwa petinggi CIA Clyde McAvoy yang diwawancarai Tim Weiner pada 2005, mengaku telah merekrut dan mengontrol Adam Malik. McAvoy bertemu Adam Malik tahun 1964.Menurut Asvi, pernyataan McAvoy dalam buku itu hanya pernyataan tunggal dari orang yang mempunyai kepentingan. Sumber lain tidak pernah menyatakan hal seperti itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia saja yang menyatakan itu yang rekrut dia, terus dia lapor ke atasannya. Nggak ada bukti dia rekrut Adam Malik sebagai agen CIA. Dia bilang gitu ke atasannya supaya dianggap berhasil saja," katanya.

Di dalam buku itu juga dijelaskan bahwa CIA memberikan US$ 10 ribu untuk mendukung peran serta Adam Malik memberantas Gestapu.

Asvi mengatakan, pemberian bantuan US $ 10.000 untuk membiayai aksi pengganyangan Gestapu itu memang benar. Malah tidak hanya uang, AS juga memberikan bantuan senjata.

"Soal uang itu memang juga disebutkan Rp 50 juta dari AS. Ada datanya di sumber lainnya. Itu memang disalurkan melalui Adam Malik tapi tidak berarti dia (Adam) dianggap agen CIA," tegasnya.

Asvi menjelaskan, perekrutan agen CIA itu bersifat rahasia dan misterius. Sulit untuk dibuktikan definisi agen CIA itu bagaimana. Adam Malik merupakan wartawan dan pernah menjabat Dubes Moskow. Adam Malik yang juga merupakan pahlawan nasional dan mantan wapres, bisa mempunyai hubungan dari mana saja.

"Hubungannya sangat luas. Belum ada bukti lain yang menyatakan Adam Malik itu agen CIA. Jaringannya luas kiri kanan," imbuhnya. (gus/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini