Kesepakatan ini sebagai hasil pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Australia di Lounge lantai 9 Hotel Melia Lima, Kota Lima, Peru, Sabtu (22/11/2008) malam atau Minggu (23/11/2008) pagi WIB. Seusai pertemuan bilateral itu, Presiden SBY dan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd melakukan jumpa pers bersama di lantai dasar hotel tersebut.
Penanganan dan pengurangan bencana ini merupakan salah satu tema penting yang akan dibahas dalam pertemuan pimpinan APEC tahap kedua pada Minggu (23/11/2008). "Kami akan menyampaikan kerja sama ini dalam pertemuan pimpinan APEC besok bagaimana mengelola penanganan bencana," kata Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pemimpin negara mencatat bahwa beberapa lokasi di Asia Pasifik adalah daerah yang rawan bencana. Kerawanan itu bertambah, salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global dan urbanisasi.
Australia dan Indonesia telah menguji coba mekanisme yang ada sekarang untuk menangani bencana alam di daerah-daerah dan menemukan adanya banyak kekurangan dalam koordinasi, serta kurang fokus dalam mencegah dan mengurangi bencana. Karena itu perlu mekanisme penanganan yang lebih efektif.
Rencananya, fasilitas ini akan direalisasikan pada April 2009. "Total nilai dari fasilitas ini adalah A$ 67 juta atau sekitar US$ 42 juta selama 5 tahun," kata Kevin Rudd seperti dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad dari Lima.
Fasilitas ini akan mendukung upaya Indonesia dan daerah-daerah dalam mengurangi dampak bencana dan memperbaiki kemampuan pengelolaan bencana, melalui training, penilaian risiko dan kerentanan, penelitian dan analisis pada ancaman bencana yang muncul. Fokus kerja sama ini adalah menyelamatkan kehidupan dan uang.
Australia dan Indonesia sepakat akan membangun dan melanjutkan hubungan fasilitas ini dan merangkul Asean, Asean Regional Forum, APEC, SAARC, PBB, dan Palang Merah. Diharapkan kerja sama ini juga akan diperluas dengan negara-negara Pasifik.
Selama ini Australia juga telah membantu Indonesia dalam penanganan sejumlah bencana beberapa waktu lalu. Misalnya, saat Aceh dilanda tsunami akhir 2004 lalu, Australia mengucurkan bantuan senilai Rp 440 miliar. Australia juga membantu penanganan gempa di Mentawai senilai Rp 22 miliar. (asy/asy)










































