"Kalau saya berada di tempat seperti ini saya teringat waktu masa kecil saya. Rumah saya di Makassar hanya 50 meter dari pelabuhan," ujar Kalla dalam sambutannya di hadapan sekitar 200 pelaut, Sabtu (22/11/2008).
Di samping podium tempat Kalla menyampaikan sambutannya, berjejer kurang lebih 10 kapal phinisi yang sedang berlabuh. Kapal phinisi yang identik dari Makassar kian membuat Kalla bernostalgia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalla lalu berpesan harapan itu hendaknya tetap dipelihara pada saat ini. Pelaut tradisional
harus tetap optimis menghadapi persaingan dengan kapal-kapal besar.
"Ada sisi di mana kapal kontainer tidak bisa masuk. Anda yang bisa masuk. Di mana kapal besar tidak bisa. Di sini pentingnya pelabuhan rakyat. Anda harus tetap punya harapan," pesannya.
'Rasa' tradisional jangan sampai memunculkan kesan kuno dan ketinggalan zaman. Kalla
mengingatkan, para pelaut tradisional juga harus bisa harus menjadi bagian dari masa depan dengan ikut terlibat dalam transportasi dan pengangkutan komoditas dari perusahaan.
"Itu lebih efektif jika pelabuhan rakyat menjadi bagian dari masa depan," tandasnya.
(gah/nik)










































