Kalla tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa sekitar pukul 09.00 WIB. Ia meminta agar para pelaut dan pengusaha pelayaran tradisional untuk mengungkapkan semua masalah dan unek-uneknya.
"Saya disini bukan untuk bicara panjang, tapi untuk mendengarkan kalian senua," ujar Kalla di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejumlah pelabuhan tidak menyediakan pelabuhan khusus untuk pelayaran rakyat. Bahkan ada juga yang menolak pelayaran trasional," kata Kalla.
Selain itu, Mustamin juga mengadukan dangkalnya pelabuhan sejumlah pelabuhan yang menyebabkan kapal-kapal tradisional sulit untuk berlabuh.
"Di Pelabuhan Sunda Kelapa juga sudah dangkal sehingga kami susah bongkar muat," katanya. Β
Mendengar keluhan itu, Kalla mepersilakan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal untuk memberikan solusi pendangkalan pelabuhan tersebut. Jusman menyatakan akan memperhatikan keluhan itu dan melakukan pengerukan.
"Pelabuhan yang sering dikeruk masih diutamakan untuk pelabuhan kontainer dan kapal besar. Namun saya berjanji akan mengeruk dan memberikan tempat untuk pelayaran rakyat," kata Jusman.
Kunjungan Kalla ke pelaut-pelaut tradisonal di Sunda kelapa ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh goncangan ekonomi dunia tehadap ekonomi rakyat. Sebelumnya Kalla juga menemui petani kelapa sawit di Medan, Sumatera Utara. (nal/gah)











































