"Yang penting figur yang bisa diajak kerjasama dengan Ibu Mega, dan mempunyai visi yang sama tentang bangsa Indonesia ke depan dan mampu menambah suara riil," tutur Ketua FPDIP di DPR Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi mengenai hal ini melalui, sambungan telepon, Sabtu (22/11/2008).
Tjahjo belum memberikan ketegasan siapa nama cawapres Mega. PDIP, lanjut dia masih menimbang dan memilih sejumlah calon. "Kita masih mencermati hasil survei dan pertimbangan banyak aspek," tambahnya.
Sumber-sumber di kalangan internal partai tidak mengesampingkan duet pasangan tersebut. Alasannya beberapa hal menjadi pertimbangan kedua pasangan ini. Antara lain soal nasionalisme, Sipil-TNI, dan mengutamakan wong cilik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan duet pasangan ini, sebut sumber itu layak dijual ke publik, mengingat Prabowo yang bisa dikatakan tampan, notabene dari kalangan militer, dan dinilai mampu menyaingi popularitas SBY.
Tapi lagi-lagi Tjahjo menegaskan untuk pasangan cawapres masih belum diputuskan. "Ibu Mega tidak mau tergesa-gesa dalam menentukan cawapres, banyak partai politik menunggu hasil pemilu," tambahnya.
(ndr/)











































