"Ah, itu biasa dalam demokrasi," ujar Hidayat kepada detikcom, Jumat (21/11/2008) malam.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara penghargaan juara lomba matematika Pasific Countries Social an Economic Solidarity Association di Hotel Intercontinental, Jl Jendral Sudirman, Jakarta.
Menurutnya kontroversi ini jangan terlalu dilihat buruknya. Dia juga menyampaikan, agar pengusungan Soeharto sebagai guru bangsa harus dilihat sebagai upaya rekonsiliasi.
"Kita lanjutkan hal yang baiknya, dan tinggalkan yang buruk," tandasnya.
Di akhir, Hidayat menyerahkan penilaian apapun terhadap masyarakat akibat perseteruan ini. Namun dia tetap optimis bahwa PKS selalu berkomitmen untuk membangun bangsa.
"Terserah pihak manapun ingin menilai, tapi saya yakin PKS selalu punya
komitmen," pungkasnya. (ape/ndr)











































