"Sultan akan mengumumkan dengan siapa berkoalisi pada pemilu 2009. Nanti bulan Februari," ujar tim sukses Sultan, Sukardi Rinakit di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2008).
Menurut Sukardi, bulan Februari dipilih sebagai bulan yang tepat karena didasarkan pada masyarakat Indonesia yang melow dramatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukardi mencontohkan seperti SBY pada Pemilu 2004. "Karena menurut kita yang melow dramatis itu akan bertahan selama 3 bulan dalam masyarakat seperti SBY dulu," jelasnya.
Sukardi mengatakan, ada 4 strategi yang akan dipakai. Sultan akan mempertimbangkan PDIP. PDIP mungkin akan menang dalam pemilu legislatif.
"Tapi eksekutif, Mega head to head sama SBY. Ini bisa jadi berat untuk Mega," ungkapnya.
Strategi kedua, lanjut Sukardi, ada kemungkinan dengan Partai Golkar. "Karena tidak mungkin misalnya pada pemilu nanti Partai Demokrat mengalami penurunan suara. Kan nggak mungkin Golkar mau karena suaranya sudah turun," tandasnya.
Selain kedua partai besar itu, Sultan mungkin akan berkoalisi dengan partai menengah seperti PAN. "Strategi keempat, kita akan mencoba mencontoh fenomena Partai Demokrat yang lalu. Jadi seperti SBY pada 2004 lalu. Tiba-tiba bisa menang jadi presiden dengan mendirikan partai," tukasnya. (gus/iy)











































