"Semangat menyamakan Soeharto dengan pendiri bangsa telah menabrak fatsoen politik reformasi dan sendi kehidupan berbangsa," kritik Koordinator Kontras Usman Hamid, Jumat (21/11/2008).
Usman menolak dimasukkan dalam 104 pemimpin muda versi PKS. Aktivis HAM ini memprotes sikap PKS yang tidak merevisi iklannya yang menjadikan mantan penguasa Orde Baru itu sebagai guru bangsa dan pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Usman, masalah merevisi iklan PKS bukan apakah langkah itu akan mengurangi suara partai, tapi kejujuran pada masalah dan realitas ketidakadilan masa lalu dan kesadaran untuk hidup bersama dalam nilai moral reformasi.
Penggiat HAM ini mengkritik PKS sebagai bentuk kehendak menghapus upaya terselubung untuk melupakan kejahatan masa lalu. "Soeharto bukan personifikasi kebebasan, kesederajatan, dan penghormatan martabat manusia. Itulah ide yang patut kita perjuangkan bersama sebagai sebuah jiwa dan prinsip spiritual berbangsa," kata Usman.
(iy/gus)











































