KPU pun juga belum terpikirkan untuk mengajak Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB ini berdialog.
"Kita belum ke sana," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hafiz, pemilu bukan hajatan KPU semata melainkan hajatan seluruh bangsa ini. Karena itu, seyogyanya seluruh pihak mendukung terselenggaranya Pemilu dengan tingkat partisipasi yang tinggi.
Hafiz mengakui, ajakan Gus Dur untuk golput mungkin akan membawa pengaruh cukup signifikan pada tingginya angka golput. Sebab, Gus Dur adalah seorang tokoh yang memiliki banyak pengikut.
Karena itu, Hafiz berhadap Gus Dur akan berubah pikiran dan menyerukan ajakan sebaliknya. "Mudah-mudahan beliau nanti akan menyerukan untuk memilih," ujarnya.
KPU, kata Hafiz, berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu bisa tinggi. KPU tidak ingin ada satu orang pun yang berhak memilih namun tidak terdaftar. Bagi yang telah terdaftar, KPU ingin agar mereka semua
menggunakan hak pilihnya.
Namun Hafiz menyadari tingkat partisipasi 100 persen tidaklah mungkin. Yang jelas, seberapa pun tingkat partisipasinya, lanjut Hafiz, tidak akan mempengaruhi legitimasi Pemilu 2009 mendatang.
"Di Amerika saja tidak sampai 60 persen. Kalau saya ya 75 persen lah," cetus dia sambil tertawa. (sho/aan)











































