"Itu jaringan baru dari Macau dan Taiwan. Melihat dari proses dan rekeningnya, sudah berjalan sekitar 4 bulan," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (21/11/2008).
Di TKP pagi tadi, BHD menyebut pelaku bisa memproduksi shabu sebanyak satu kwintal perhari. Namun BHD kemudian meralatnya. "Tidak sampai (1 kwintal). Itu bisa 10 kiloan perhari," kata BHD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penggerebekan ini, sebanyak tujuh orang ditangkap. Dari jumlah tersebut beberapa di antaranya adalah WNA dari Macau dan Taiwan. Mereka adalah bagian dari sindikat internasional.
"Mereka di situ kontrak. Bahan-bahannya dari HLC, aseton dan bahan-bahan berbahaya dicampur. Kemudian dengan metode baru yang mereka buat tanpa pabrikan langsung jadi. Jaringan ini jaringan sindikat internasional," kata BHD.
BHD enggan berspekulasi apakah mereka-mereka yang ditangkap ini masih ada kaitan dengan sindikat sebelumnya yang ditangkap di Muara Karang. "Masih dalam pengembangan. Kan baru tadi pagi diungkap. Sekarang yang paling penting ditingkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga tidak terulang terjadi lagi di tempat pemukiman," pungkasnya. (anw/nrl)











































