Penarikan pasukan itu akan dilakukan dalam operasi yang diberi nama "Operation Drayton". Bahkan operasi itu akan dipercepat jika situasi keamanan tetap stabil menyusul pemilihan umum di Basra pada 31 Januari 2009.
Demikian diungkapkan Mayor Jenderal Andy Salmon, komandan divisi Inggris yang menguasai Basra seperti dilansir harian Inggris, The Daily Telegraph, Jumat (21/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber militer Inggris, batalyon pertama kemungkinan akan meninggalkan Irak secepatnya pada Maret 2009.
Penarikan pasukan Inggris ini akan terjadi setelah enam tahun pasukan negeri itu dikirimkan pertama kali ke Irak dalam invasi pimpinan AS pada tahun 2003 silam.
Sejak saat itu, sebanyak 176 personel militer Inggris telah tewas di Irak. Dana sekitar 10 miliar poundsterling telah dihabiskan untuk operasi dan peralatan baru.
(ita/iy)











































