Isu tersebut berkembang liar seiring pernyataan Menko Kesra Aburizal Bakrie akan pensiun dari Kabinet Indonesa Bersatu. Ical berniat tidak akan lagi mau menjadi menteri walau siapa pun presidennya.
Kabar yang berkembang penyebab sikap Ical tersebut lantaran orang terkaya se-Indonesia versi majalah Forbes itu telah mempunyai cadangan posisi yang tidak kalah menggiurkan, menjadi Ketua Umum Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber detik menyebutkan, hasil rapat itu adalah menskenariokan JK cukup maju sebagai cawapres pada 2009 mendampingi SBY, seperti diperkirakan banyak pihak. Selanjutnya untuk jaga-jaga menghadapi larangan rangkap jabatan, maka JK akan meninggalkan posisinya sebagai Ketua Umum Golkar. Kursi JK diplot akan diduduki Ical. Benarkah isu tersebut?
Wakil Sekjen Golkar Rully Chairul Azwar tidak menampik adanya rapat pada Rabu malam lalu. Namun Rully membantah rapat tersebut menghasilkan kesepakatan JK akan tetap dampingi SBY di Pilpres 2009.
"Rabu malem, nggak ada ngomong soal itu. Kita rapat tentang persoalan-persoalan daerah, seperti di NTT, Bengkulu dan sebagainya. Kalau soal pasangan SBY-JK itu di rapim," ujar Rully kepada detikcom, Jumat (21/11/2008).
Golkar, menurut Rully tetap konsentrasi mendukung SBY-JK hingga akhir masa jabatannya nanti. "Posisi (capres-cawapres) tetap nanti melalui proses yang diambil. Masing-masing partai punya mekanisme sendiri. Posisi Pak JK kita amanatkan untuk solid, untuk keberhasilan pemerintahan. Kita harus jaga duet ini tetep prima," imbuhnya.
Berarti dalam rapat Rabu malam tidak menghasilkan keputusan bahwa SBY-JK tetap duet di 2009? "Belum ada pembicaraan-pembicaraan mengikat saat ini di partai. Kalau dalam posisi individual sah-sah saja. Karena partai baru konsentrasi kader-kader ini bagaimana menangkan pemilu legislatif," jelas Rully.
Kalau toh misalanya Jusuf Kalla memang benar bersanding dengan SBY, Rully enggan banyak komentar karena menurutnya itu hanya agenda pribadi.
"Saya tidak mau menanggapi angenda-agenda pribadi. Karena saya tidak pernah diajak untuk membicarakan agenda-agenda pribadi," pungkasnya. (anw/iy)











































