Demikian prediksi intelijen AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/11/2008).
"Dunia di masa mendatang kemungkinan akan mengalami peningkatan konflik atas kelangkaan sumber daya, termasuk pangan dan air, dan akan dihantui oleh perlawanan negara-negara barbar dan kelompok teroris dengan akses lebih besar ke senjata nuklir," demikian laporan intelijen AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan itu juga ditekankan risiko terjadinya adu senjata nuklir di Timur Tengah. Sejumlah negara berpikiran untuk mengembangkan atau mendapatkan teknologi untuk membuat senjata nuklir.
"Dalam 15-20 tahun ke depan, reaksi atas keputusan Iran tentang program nuklirnya akan menyebabkan sejumlah negara regional mengintensifkan upaya untuk secara aktif mengembangkan senjata nuklir," demikian intelijen AS.
Laporan berjudul "Global Trends 2025 - a Transformed World" itu setebal 121 halaman. Laporan itu diproduksi oleh Dewan Intelijen Nasional, badan analis komunitas intelijen AS. (ita/iy)










































