500 Keluarga Korban Kebakaran Menginap di Tenda Darurat

500 Keluarga Korban Kebakaran Menginap di Tenda Darurat

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2008 22:54 WIB
Medan - Sekitar 500 keluarga menjadi korban kebakaran di Jl Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan. Karena kehilangan tempat tinggal, para korban pun menginap di tenda-tenda penampungan.

Pantauan detikcom, Kamis (20/11/2008) pukul 22.00 WIB, tenda itu didirikan sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran. Sebagian tenda yang tersedia, belum memiliki alas dan tanpa penerangan yang memadai.

Nur, salah seorang korban kebakaran mengaku, keluarganya terpaksa tidur di tenda penampungan karena tidak punya pilihan. "Kami tidur di tenda malam ini. Rumah kami sudah terbakar. Tidak ada barang yang sempat diselamatkan. Untung tadi sempat menyelamatkan anak," kata Nur sedih.

Nur juga mengaku sebagai orang perantau dari Padang, Sumatera Barat dan tidak memiliki keluarga di Medan. Kalau punya keluarga, kata Nur, mereka pasti menginap tempat keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemko Medan juga memberikan bantuan makan bagi korban kebakaran, termasuk mendirikan posko kesehatan di lokasi penampungan. Selain itu, sejumlah partai politik juga terlihat telah mendirikan posko bantuan di lokasi kebakaran.

Lurah Kelurahan Aur, Puji Latuperisa mengatakan, pendataan terakhir menunjukkan jumlah rumah yang hangus terbakar lebih dari 100 yang dihuni sedikitnya 500 keluarga.

"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun warga yang menderita luka bakar mencapai 50 orang. Sebagian sudah dirawat di rumah sakit. Sebagian lagi hanya luka bakar ringan," kata Puji.

Banyaknya jumlah rumah yang terbakar, karena api yang menyala sejak pukul 14.00 WIB sulit dikendalikan. Dari sekitar 20 rumah yang terbakar hingga pukul 15.30 WIB, bertambah hingga lebih dari 100 rumah hingga menjelang malam, saat api berhasil dikuasai sepenuhnya.

Dari pantauan di lokasi kebakaran, Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih terus bekerja memadamkan sisa-sisa api di antara puing-puing rumah warga. Ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi jika ada bara api yang masih hidup. (rul/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini