Saat peresmiannya dulu, Bus Transjakarta diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan yang melanda Ibukota Jakarta. Kesan eksklusif, nyaman, aman dan tepat waktu adalah jaminan bagi pengguna TransJ.
Namun tengok saja hari ini di Halte Busway Harmoni atau Dukuh Atas saat jam
berangkat dan pulang kantor yang menjadi titik transit penumpang TransJ. Para penumpang TransJ tak ubahnya para penumpang kereta ekonomi yang berdesak-desakan menunggu kereta.
"Selain harus menunggu lama untuk dapat menggunakan busway, pelayanan dari petugas pun sering kasar dan tidak ramah kepada pengguna. Padahal kita ini orang-orang yang bayar mereka. Selain itu tidak ada 3S (sapa, salam, santun) kepada pengguna", tegas salah satu pengguna Bus TransJ Aryo saat dijumpai detikcom di Halte Polda Metro Jaya, Kamis (20/11/2008).
Tidak hanya Aryo yang mengungkapkan kekecewaannya. Hal serupa juga diutarakan oleh beberapa penumpang Bus TransJ seperti Vivi, Yugo, Iskandar, Eko, dan Atik.
"Busway semakin menurun dalam pelayanannya. Dulu bisa nyaman, aman, dan tepat waktu tapi sekarang naik busway sama saja naik bis umum," ungkap Vivi.
Semua penumpang yang ditemui detikcom itu mengungkapkan kekecewaannya pada pelayanan bus yang kian waktu kian menurun. Mereka yang sudah 3 tahun lebih menjadi pelanggan setia Bus TransJ tersebut mengeluhkan soal jumlah armada bus yang sedikit serta halte bus yang panas.
"Sumpek, pengap waktu nunggu bis di halte apalagi di halte tidak diberi AC," keluh Vivi.
(gah/gah)











































