"Merokok kan hak asasi," kilah seorang calon penumpang bus, Arwani (36) saat berbincang detikcom di terminal Grogol, Kamis (20/11/2008).
Orang-orang di terminal tersebut pun dengan bebas mengepulkan asap rokok di antara kerumunan orang yang tidak merokok. "Kalau nggak merokok, kerjaan gak asyik," ujar Agus (32) karyawan toko besi yang tinggal di Rawa Lele, Jakarta Barat.
Hal serupa juga terlihat di terminal Blok M Jakarta Selatan. Jika hari kemarin kawasan terminal bus dalam kota tersebut dikejutkan dengan razia perokok, kini semua berjalan seperti biasa. Bahkan tidak sedikit siswa SMA yang asyik merokok sambil menunggu kendaraan umum.
"Hidup sudah susah, masa ngrokok saja diatur," kilah siswa kelas 11 sebuah SMA di Pasar Minggu, Helmi.
Meski demikian, tidak sedikit warga yang keberatan jika perokok merokok di sembarang tempat. Silvi (29) misalnya. Warga Gandaria ini merasa risih jika sedang dibus tiba-tiba ada yang merokok.
"Udah gitu lagi sesak-sesaknya plus jalan macet. Mau menegur takut," tutur perempuan berbaju biru itu. (asp/ken)











































