Demikian terungkap dalam laporan resmi penyidik kecelakaan udara Unit Investigasi Kecelakaan Udara Irlandia (AAIU) mengenai insiden di atas pesawat Air Canada yang terpaksa dialihkan ke Bandara Shannon di Irlandia.
Dalam insiden yang terjadi Januari lalu itu, kopilot pesawat Boeing 767 tersebut tiba-tiba saja bicara melantur tak karuan, mirip orang kesurupan. Saat itu pesawat tengah melintas di atas Samudera Atlantik. Melihat gelagat tak baik itu, pilot menyuruh kru pesawat untuk memindahkan kopilot dari ruang kokpit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pramugari lainnya mengalami cedera saat berupaya memaksa kopilot tersebut keluar dari ruang kokpit. Demikian seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (20/11/2008).
Kepada tim penyidik, kapten pilot memuji kemahiran pramugari tersebut karena telah membantunya mendaratkan pesawat dengan selamat di Shannon. Pesawat yang bertolak dari Toronto, Kanada itu semestinya bertujuan ke bandara Heathrow di London, Inggris. Namun karena insiden itu, pesawat yang mengangkut 146 penumpang itu terpaksa dialihkan ke Shannon.
Begitu mendarat, kopilot langsung dilarikan ke unit kejiwaan akut di Ennis Regional Hospital. Pria itu dirawat di sana selama 11 hari. Dia kemudian diterbangkan ke Kanada untuk perawatan lebih lanjut.
AAIU memuji tindakan kapten dan kru pesawat yang mengalihkan penerbangan ke bandara terdekat dan mengusir kopilot dari ruang kendali pesawat. (ita/iy)











































