Ini merupakan serangan mematikan pertama di areal tersebut sejak dikuasai para pendemo anti-pemerintah.
Para demonstran yang menyebut diri mereka kelompok Aliansi Rakyat untuk Demokrasi atau People's Alliance for Democracy (PAD), bersumpah tak akan meninggalkan gedung kantor PM sebelum sekutu-sekutu mantan PM Thaksin Shinawatra digeser dari pemerintahan. Aksi ini telah berlangsung sejak Agustus lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala kepolisian Bangkok, Jenderal Jongrak Jutanond mengaku tidak tahu siapa dalang di balik serangan granat itu.
Jongkrak mengimbau warga untuk tetap tenang. "Polisi akan melakukan segala upaya untuk mencegah kekerasan," katanya kepada wartawan di Bangkok seperti dilansir News.com.au, Kamis (20/11/2008).
"Thailand bukan Irak. Saya menyerukan semua orang untuk tidak melakukan kekerasan dan menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan masalah," pungkasnya.
Menurut saksi mata, serangan tersebut terjadi saat sebuah kelompok band sedang tampil di atas panggung yang didirikan di areal kantor PM. Granat mendarat di sebuah tenda besar yang menampung lusinan orang.
Korban tewas adalah seorang pria berusia 48 tahun. Dari 29 korban luka, 4 di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
(ita/iy)











































