Manajer Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) Sumbar, Ade Edward, kepada detikcom mengatakan, gubernur Sumbar telah mengedarkan surat peringatan kepada bupati dan walikota terkait ancaman bencana. Surat tersebut isinya antara lain meminta bupati dan walikota sebagai ketua Satkorlak PB di daerah untuk memeriksa hulu sungai untuk mencegah kemungkinan banjir atau longsor.
"Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini menuntut kita proaktif melakukan tindakan mitigasi dengan membersihkan tumpukan kayu dan material lain yang dapat saja menyebabkan banjir bandang atau longsor," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Ade mengatakan, pihaknya meminta petugas Satlak di kecamatan siaga 24 jam dan terus memantau daerah rawan, terutama bila hujan turun selama tiga jam. Selain itu, kata dia, pemerintah kabupaten/ kota yang wilayahnya rawan bencana sebaiknya melengkapi peralatan komunikasi berupa radio amatir hinga ke pemerintahan terendah.
"Peralatan pendukung itu memungkinkan masyarakat untuk langsung memberikan laporan bila terjadi bencana sehingga dapat segera ditangani," tukasnya. (yon/djo)










































