"Transportasi penerbangan (Asia Pasifik) sangat aman. Hampir ada 25 juta penerbangan per tahun dengan 2,2 miliar penumpang. Dengan traffic tersebut, kecelakaan yang terjadi jumlahnya kecil dibganding dengan traffic-nya," ujar Dirjen AAPA Andrew Herdman.
Herdman menyampaikan hal itu dalam seminar keselamatan penerbangan Asia Pasifik, di Hotel Ritz Carlton, Jimbaran, Bali, Kamis (20/11/2008).
Tiap tahunnya, imbuh Herdman, rata-rata ada 14 major accident dari 60 kecelakaan. Β
"Untuk anggota AAPA, pada tahun 2008 ini, relatif tidak ada kecelakaan serius yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, dibanding tahun 2007," kata dia.
AAPA beranggotakan 17 maskapai penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Qantas Airways, Korean Airlines, All Nippon Airways, dan Japan Airlines.
"Untuk masalah kemananan, harus dicapai secara bersama-sama. Baik oleh manufaktur, regulator, airport, dan semua pihak harus berkomunikasi dan bertukar pengalaman," imbuh Herdman.
Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengimbau penerbangan Indonesia tetap mengutamakan keamanan kendati krisis global terjadi.
"Tantangn bagi airline Indonesia adalah bagaimana tetap profesional, efektif, selektif tanpa menghilangkan aspek keamanan," ujar Emirsyah.
Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) itu juga mengajak anggota INACA menjadikan keamanan sebagai agenda utama penerbangan Indonesia.
Sedangkan Kepala Badan Litbang Departamen Perhubungan L Denny Siahaan mengatakan mewujudkan zero accident bisa tercapai dengan meningkatkan sumber daya manusia, perawatan pesawat, dan ketaatan pada regulasi penerbangan.
Dia mengimbau agar maskapai mengurangi pesawat-pesawat butut dan menggantinya dengan pesawat baru. "Karena pesawat yang baru lebih aman," tandas dia. (nwk/nrl)











































