"Biarkan saja. Ngapain sih capek-capek ngurusin gitu? Sejauh ini kita nggak ada tindakan. Dan nggak akan ada," ujar anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo saat dihubungi detikcom, Kamis (20/11/2008).
Menurut Bambang, jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu dan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu, hal itu bisa diproses. Hanya saja, sejauh ini tidak ada pihak yang melaporkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Bambang mengatakan, yang dilakukan Gus Dur dengan ajakan golput seperti dagelan. Di satu sisi Gus Dur mengajak golput, namun di sisi lain dia juga menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Persatuan Daerah (PPD).
Ketika dikunjungi para kandidat calon presiden (capres), sebut saja misalnya Rizal Ramli dan Prabowo Subianto, Gus Dur juga menyatakan mendukung. Hingga saat ini Gus Dur sendiri juga masih menunjukkan minat maju menjadi capres.
"Di satu sisi beliau ngajak golput. Namun di sisi lain langkah-langkah yang diambilnya menunjukkan dia mengajak partisipasi. Gus Dur kan memang begitu," ujar Bambang.
Bambang menilai, apa yang dilakukan Gus Dur adalah dalam rangka proses pendewasaan politik bangsa ini.
"Jadi ada yang ngajak golput, ada yang ngajak partisipasi. Ini kan proses pendewasaan politik," tandasnya.
Bambang juga meragukan ajakan golput itu akan berdampak signifikan pada tingginya angka golput di pemilu mendatang.
"Dari dulu banyak yang ngajak golput. Tapi nyatanya tetap banyak yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS)," ujarnya. (sho/nwk)











































