Yuddy Terima Award PKS, Tapi Tak Datang karena Roadshow

Yuddy Terima Award PKS, Tapi Tak Datang karena Roadshow

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2008 11:45 WIB
Yuddy Terima Award PKS, Tapi Tak Datang karena Roadshow
Jakarta - Tokoh muda Fadjroel Rahman dan Teten Masduki menolak hadir untuk mendapatkan anugerah 100 tokoh pemimpin muda oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) malam ini. Bagaimana dengan kader muda Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi yang juga ingin nyapres di Pilpres 2009 nanti?

"Saya bersedia dan terimaksih atas penghargaan tersebut. Hal ini sudah saya dengar sejak lama dari teman-teman saya di PKS yang tergabung dalam Koalisi Muda Parlemen Indonesia, nama saya masuk dalam inspirator pemuda," ujar Yuddy dalam perbincangan dengan detikcom via telepon, Kamis (20/11/2008).

Namun sayang, Yuddy yang merasa tersanjung dengan penghargaan itu tidak bisa menerimanya secara langsung. Lantaran saat ini dia sedang roadshow keliling 30 kota di Jawa Timur, untuk memperkenalkan gagasannya kepada masyarakat terkait pencalonannya sebagai capres di Pilpres 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak bisa hadir. Tapi saya sudah bilang ke mereka kalau saya sedang roadshow. Namun dilihat dari sisi apresiasi kita hargailah. PKS menilai kami sebagai inspirator," ujar Yuddy.

Yuddy bercerita, awalnya PKS menanyakan terlebih dahulu kepadanya, apakah dia mau mendapatkan penghargaan tersebut. Karena PKS juga khawatir penghargaan tersebut bisa kontraproduktif, serta mungkin saja internal Golkar mempermasalahkannya.

"Masa penghargaan itu saya tolak. Kalau Golkar mempersoalkan itu, persoalkan sama PKS-nya kenapa pada saya," jelas pakar militer ini.

Mengenai Fadjroel Rahman dan Teten Masduki menolak penghargaan tersebut, Yuddy tetap menghormati pendapat mereka. "Fadjroel punya alsan sendiri, saya hargai. Namun saya punya pandangan lain. Saya mengapresiasi penghargaan itu dan bersyukur. Saya jaga harus jaga hubungan komunikasi dengan mereka," imbuhnya.

Berarti Anda setuju dengan iklan PKS yang menokohkan Soeharto sebagai pahlawan?

"Secara pribadi saya dukung saja. Itu haknya PKS. Pak Harto bukan hanya milik Golkar, tapi milik seluruh bangsa. Sah-sah saja, memang nggak ada yang sempurna di dunia ini," pungkasnya. (anw/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads