Pompa darah buatan tersebut digunakan oleh ABG bernama D'Zhana Simmons asal South Carolina itu sembari menunggu terlaksananya transplantasi jantung.
Diungkapkan Simmons, hidup begitu lama dengan menggunakan mesin yang memompa darahnya merupakan pengalaman mengerikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya seperti saya ini orang palsu, seperti saya ini tidak ada," kata Simmons tentang hidup tanpa jantung.
Para dokter AS mengatakan, ini pertama kali seorang remaja selamat tanpa jantung untuk waktu yang cukup lama. Sebelumnya di Jerman pernah ada kasus serupa namun terjadi pada orang dewasa yang mampu bertahan 9 bulan tanpa jantung.
Simmons menderita pembesaran cardiomyopathy, kondisi di mana jantung pasien menjadi lemah dan membesar dan tidak mampu memompa darah dengan semestinya.
ABG itu menjalani transplantasi jantung pada 2 Juli lalu di Rumah Sakit Anak Holtz di Miami. Namun jantung baru tersebut gagal berfungsi semestinya sehingga dengan cepat diangkat kembali.
Sembari menunggu tranplantasi kedua, tim dokter memasang dua pompa jantung di tubuh Simmons agar aliran darahnya tetap mengalir. Hal itu berlangsung selama hampir 4 bulan atau tepatnya 118 hari. Hingga kemudian dokter memasang jantung baru pada 29 Oktober lalu.
"Dia pada dasarnya hidup selama 118 hari tanpa jantung, dengan sirkulasi darahnya cuma ditunjang oleh dua pompa darah itu," kata Dr. Marco Ricci, direktur bedah jantung anak di rumah sakit tersebut.
Selama waktu itu, Simmons bisa bergerak namun harus terus berada di rumah sakit. Kini, setelah transplantasi jantung itu, Simmons senang karena dia bisa hidup tanpa mesin pemompa darah.
Menurut para dokter, kondisinya saat ini baik. Namun dokter mengingatkan, kemungkinan besar pasien transplantasi jantung akan membutuhkan jantung baru pada 12 atau 13 tahun setelah transplantasi pertama. (ita/iy)











































