"Ada perasaan bersalah, malu. Dari kepolisian nggak mau ambil risiko kalau tiba-tiba dia bunuh diri. Kan jadi tanggung jawab kami," ujar Kapolsek Pandan, Tapanuli Tengah, Sumut, AKP Kamdani, kepada detikcom, Kamis (20/11/2008).
Kamdani mengatakan, Erwin sudah dititipkan pagi ini ke LP Sibolga. Jika suatu waktu polisi membutuhkan Erwin untuk rangkaian pemeriksaan, maka Erwin akan diminta balik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamdani juga menuturkan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Medan sudah bertemu dengan Erwin di Polsek Pandan Kamis 19 November. Namun pihaknya tidak mengetahui hasil dari pertemuan tersebut.
Polisi, lanjut Kamdani, belum memeriksa kepala sekolah SD Negeri Sipan, tempat Erwin mengajar. Erwin dengan nekat pernah memakai ruangan kepala sekolah untuk melakukan aksi bejatnya.
"Kepala sekolah nggak ada keterkaitan ke situ. Saksinya saya pikir sudah cukup. Dia (Erwin) juga sudah mengaku. Tetapi nanti mungkin diperlukan untuk memeriksa kepala sekolah," tutup Kamdani. (gus/nrl)











































